Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Setelah semua rencana Anda dan tim penjualan berhasil, produk Anda pun terjual dan mendapatkan pelanggan di luar sana. Apakah tugas Anda selesai sampai sini? Tentu tidak! Tujuan Anda memang menjual produk dan mendapatkan kepercayaan pelanggan, tapi bukan itu akhir dari proses bisnis Anda. Lantas apa lagi yang mesti dilakukan? Pada dasarnya,  proses pasca penjualan tidak berbeda dengan melakukan proses penjualan. Saat perusahaan Anda sudah berjalan dengan baik, Anda harus melalui semua langkah yang sama dalam mengidentifikasi masalah dan peluang untuk tetap bersentuhan dengan pelanggan. Satu-satunya keuntungan untuk membangun proses “postsales” semua hal tidak tertebak sama sekalil. Seiring berjalannya waktu, setiap bisnis akan bervariasi berdasarkan karakteristik uniknya, tapi pada awalnya tindakan yang dilakukan sama standarnya terhadap tim dan pelanggan Anda.

Anda bisa memahami enam langkah dasar yang bisa Anda lakukan setelah berhasil melakukan penjualan kepada pelanggan. Hal ini bisa diterapkan terus menerus dan bisa jadi standar Anda untuk tetap terhubung dengan pelanggan Anda.

1. Email Terima Kasih Setelah Transaksi Dilakukan

Terdengar sangat sepele, tapi ini adalah kontak pertama Anda kepada pelanggan setelah melakukan transaksi. Seseorang di luar sana telah mengeluarkan uangnya untuk membeli produk Anda dan jadi pelanggan Anda. Mengirimkan email yang berisi ucapan terima kasih dan apresiasi telah mempercayakan uangnya untuk Anda bisa jadi awal yang baik untuk menjalin hubungan hangat kepada pelanggan Anda. Kirimkan email singkat yang berisi rasa terima kasih atas bisnis mereka, memberikan informasi tentang langkah selanjutnya yang bisa mereka lakukan sebagai pelanggan yang menggunakan produk Anda.

2. Jadwalkan Pelatihan

Tergantung dengan produk yang Anda tawarkan, menjadwalkan pelatihan tentang cara penggunaan produk Anda dan pembaharuan yang mungkin terjadi beberapa minggu ke depan akan membuat pelanggan Anda merasa diperhatikan. Lanjutkan dengan telepon konfirmasi dan link video tentang apa saja yang mereka perlu ketahui setelah memiliki produk Anda. Mungkin produk Anda adalah hal baru bagi pelanggan dan tidak menutup kemungkinan butuh waktu untuk membangun kebiasaan baru. Menjadwalkan pelatihan dengan berinteraksi setelah melakukan penjualan tampaknya adalah cara yang cukup baik. Ditambah lagi kegembiraan dan antusiasme pelanggan baru tentang produk Anda masih segar. Ini akan membantu menjaga mereka tetap terlibat dan mendapatkan hasil maksimal dari pelatihan yang dijadwalkan.

Baca Juga  Tools yang Membantu Anda Mendapatkan Keyword dan Judul Viral

3. Membuka Sesi Tanya Jawab

Sama seperti email ucapan terima kasih, membua sesi tanya jawab kepada pelanggan membuat mereka merasa diperhatikan. Setelah melakukan pelatihan tentang cara penggunaan dan lainnya, Anda bisa mengkonfirmasi 2x 24 jam tentang keluhan mereka terhadap produk Anda. Ini bisa berupa email yang singkat. Sebelum Anda memiliki banyak pelanggan, kemungkinan akan lebih umum untuk mengatakan “Saya ingin mengkonfirmasi apakah Anda memiliki pertanyaan atau mengalami hambatan apa pun tentang produk kami.” Saat bisnis Anda mulai berjalan dan memiliki lebih banyak pelanggan dan data, Anda bisa mulai lebih spesifik dengan tindak lanjut pada pelanggan yang membutuhkan lebih banyak bantuan.

4. Cek Mingguan Setelah Transaksi

Setelah seminggu atau dua minggu, Anda bisa melakukan lagi konfirmasi kepada pelanggan. Dua pekan dianggap bahwa pelanggan Anda telah menggunakan produk Anda dan memastikan perkembangan produktifitas setelah mereka menggunakan produk Anda tersebut setiap hari. Dari sini Anda bisa memahami permasalahn dari produk Anda dan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan ke depannya.

5. Cek Bulanan

Ada batasan yang harus diperhatikan ketika pelanggan telah menggunakan produk Anda selama sebulan. Pada tahap ini Anda bisa melakukan pengecekan lagi apakah terjadi masalah dengan produk Anda. Biasanya perusahaan memberi tenggat waktu hingga 6 bulan untuk memastikan apakah pelanggan masih menggunakan produk Anda atau telah berpaling ke produk kompetitor. Jika pelanggan masih bertahan selama 6 bulan, bisa dipastikan mereka akan bertahan hingga satu tahun lagi. Melakukan konfirmasi setelah 6 bulan dari waktu transaksi juga membuat pelanggan merasa tetap diperhatikan dan tidak ditinggalkan.

6. Cek Tiga Bulanan

Setelah berhasil bertahan selama sebulan, Anda bisa melakukan pengecekan kepada pelanggan tiga bulan kemudian. Setelah tiga bulan, Anda bisa menganggap bahwa pelanggan Anda sudah sangat paham dengan produk yang mereka gunakan. Kirim email yang berisi ulasan yang lebih mendalam tentang pengalaman mereka setelah tiga bulan penggunaan produk Anda. Ini memungkinkan Anda untuk memiliki komunikasi berkelanjutan dengan pelanggan yang santai namun tetap memberikan nilai secara berkelanjutan.

Baca Juga  4 Cara Agar Pembeli Tidak Lari Ke Toko Online Sebelah

EnamLangkah ini tidak sepenuhnya bisa Anda terapkan karena pengalaman Anda dan produk Anda membuatnya sangat bervariasi. Intinya adalah bahwa suatu proses itu penting dan proses Anda berubah saat mengumpulkan data dan mempelajarinya lebih lanjut. Sebagai bagian dari proses, Anda harus memiliki kesempatan untuk mengumpulkan umpan balik dari pelanggan. Semua catatan menjadi data yang digunakan oleh tim penjualan Anda untuk mengembangkan produk terus menerus.

Leave a comment