Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penelitian telah membuktikan bahwa ketika karyawan memiliki teman di tempat kerja, mereka memiliki kinerja yang lebih baik, lebih terlibat, dan lebih bahagia dengan pekerjaan mereka. Tapi saat ini berkat hadirnya teknologi, cara terhubung dengan rekan kerja kita berubah dalam dua cara penting. Pertama, kita cenderung tinggal dekat dengan rekan kerja kita. Kedua, kita mengandalkan teknologi untuk berkomunikasi dengan kolega di tempat yang jauh. Berinteraksi melalui media seperti pesan teks, pesan instan, dan FaceTime membuat kita lebih sulit untuk mengetahui karakter seseorang secara utuh. Anda tidak bisa menilai bahasa tubuh dan isyarat lainnya dengan cara yang sama seperti halnya bertemu dan berinteraksi secara langsung. Ketika kita bekerja melalui teknologi, kemungkinan besar kita hanya akan berkomunikasi dengan rekan kerja virtual saat mengerjakan proyek yang sama. Mengingat perbedaan mendasar dalam cara berkomunikasi saat bekerja secara virtual, bagaimana caranya partner kerja remote ini menjadi rekan kerja yang baik layaknya bekerja dalam satu kantor?

Untuk menyelidiki hal ini, Sebuah studi dilakukan selama 18 bulan pada sebuah perusahaan teknologi global. Dari riset tersebut, peneliti melakukan 114 wawancara dengan 64 orang yang berbeda. Orang-orang yang diwawancarai bekerja secara remote sekitar 50% dari waktu penuh mereka, dan banyak yang bekerja remote sekitar 75-100% dari waktu kerja mereka. Selain itu peneliti juga melakukan pengataman selama 75 jam tentang bagaimana karyawan ini berinteraksi satu sama lain ketika mereka sedang bersama-sama.

Dari hasil studi ini ditemukan hasil bahwa pekerja jarak jauh sering mengalami virtualitas sebagai “penghalang” untuk menjalin persahabatan dengan kolega mereka. Untuk mengatasi penghalang ini, mereka harus menetapkan sesuatu yang kita sebut “irama”. Pekerja jarak jauh merasa mereka memiliki irama dengan rekan kerja ketika mereka memahami siapa orang itu dan dapat memprediksi bagaimana mereka akan berinteraksi dengan mereka. Irama sangat penting ketika kita bekerja secara virtual karena itu membantu kita mengantisipasi kapan kita akan berinteraksi dengan rekan kerja virtual kita dan bagaimana interaksi itu akan berjalan, serta hal-hal yang jauh lebih mudah dilakukan ketika berkomunikasi tatap muka. Ketika kita tidak memiliki irama dengan rekan kerja kita, maka kita mungkin akan merasa sulit untuk berhubungan dengan mereka atau bahkan merasa frustasi.

Baca Juga  Virus Yang Mempengaruhi Penjualan Online serta SEO bisnis

Upaya selanjutnya yang dilakukan adalah bagaimana orang-orang yang berada dalam riset penelitian tersebut mengembangkan irama yang akhirnya menjadi hubungan persahabatan yang erat. Hal pertama yang perlu digaris bawahi, mulai dengan penilaian spesifik tentang apakah dan bagaimana mereka dapat mengembangkan irama yang terkait dengan pekerjaan, seperti:
• Apakah kolega saya merespon dalam jangka waktu yang diharapkan?
• Apakah mereka memiliki keterampilan yang relevan yang dapat saya andalkan untuk melakukan pekerjaan saya sendiri?
• Apakah saya suka bekerja dengan dan berkomunikasi dengannya?

Jika jawabannya “tidak” untuk salah satu pertanyaan di atas, bisa dipastikakan bahwa orang hanya berinteraksi ketika berhubungan dengan pekerjaan. Jika jawabannya adalah “ya,” Ada kecenderungan orang akan mengambil langkah-langkah untuk membangun hubungan yang lebih dinamis dengan mencari latar belakang di situs LinkedIn atau meminta informasi dari kolega yang pernah bekerja dengannya.

Bagi sebagian orang, dasar dari irama yang terkait dengan pekerjaan secara alami berkembang menjadi irama yang terkait dengan persahabatan. Tapi, sama halnya seperti bekerja di kantor yang tidak semua rekan bisa jadi teman, banyak orang dalam penelitian ini membuat serangkaian penilaian terkait persahabatan, seperti:
• Apakah kita cocok?
• Apakah rekan kerja saya punya waktu untuk berteman?
• Apakah berteman dengan rekan kerja bisa merusak pekerjaan saya?

Karyawan yang melakukan studi merasa bahwa mereka dapat membangun irama terkait dengan persahabatan dengan rekan mereka, dan akan mengambil inisiatif memulai persahabatan. Mereka akan melakukan hal-hal lain untuk berhubungan dengan kolega remote untuk alasan selain bekerja, seperti menjadi teman Facebook, atau bertukar cerita tentang rencana akhir pekan.

Kiat untuk Mengembangkan irama
Pada akhirnya, jika Anda mencari teman untuk bekerja secara virtual, maka Anda harus proaktif dan mengambil inisiatif. Tidak perlu mencoba menganalisis “irama” dengan cara akademik, tapi Anda bisa membantu mengembangkannya dengan menjadi mitra kerja yang andal dan merespon secara cepat kepada rekan kerja yang jauh di sana. Kemudian lakukan lompatan ketika Anda merasakan potensi pertemanan dan mencoba menjangkau untuk membagikan sesuatu yang lebih pribadi atau menceritakan kisah lucu kepada mereka. Menurut pengalaman, tindakan kecil seperti ini bisa membuka persahabatan yang menyenangkan.

Leave a comment